Minggu, 10 Agustus 2025

Habibie Championship 1

Kota Cinta Pare Pare


Perjalanan IKS. PI Kera Sakti Cabang Bantaeng ke Kota Parepare yang dijuluki Kota Cinta Habibie dan Ainun dalam ajang Habibie Championship 1 di GOR Lompoe berlangsung sangat menegangkan. Perubahan regulasi tanding yang baru disampaikan, ditambah teknik yang harus diadaptasi secara drastis, membuat para atlet dari Bantaeng harus cepat menyesuaikan diri di gelanggang.

Empat atlet yang mewakili Kota Bantaeng berjuang keras mempertahankan poin tanpa terkena pengurangan akibat pelanggaran. Dari setiap perjalanan, tantangan yang dihadapi semakin berat, apalagi bagi para pendekar yang berasal dari pedesaan. Namun, berkat tekad yang kuat, mereka berhasil membawa pulang 1 medali emas dan 3 medali perunggu.

Sebagian pendekar yang telah mempersiapkan diri untuk berlaga di Kota Cinta ini terpaksa menunda keikutsertaan karena keterbatasan finansial dan jarak tempuh yang cukup jauh. Meski demikian, berkat doa dan dukungan dari saudara-saudara seperguruan, mereka menyerahkan harapan kepada rekan-rekan yang dapat bertanding, walau armada dan dana terbatas.

Untuk turnamen berikutnya, para pendekar mulai menabung sambil menyelesaikan tanggung jawab mereka — mayoritas sebagai petani — agar memiliki kesempatan mengikuti kejuaraan mendatang. Kami, para pembina dan pengurus cabang, merasa terharu melihat tekad mereka yang begitu kuat untuk terus mengharumkan nama keluarga, daerah, dan perguruan.

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua perguruan, panitia pelaksana, serta pendekar Satria Muda Indonesia yang telah meluangkan waktu menjadi pelatih bagi para atlet IKS. PI Kera Sakti Cabang Bantaeng.

Salam Pendekar



Sabtu, 09 Agustus 2025

IKS. PI KERA SAKTI CABANG BANTAENG, LOKA

Pendekar IKS.PI Kera Sakti Cabang Bantaeng Berlaga di Makassar Championship 3

Turnamen Makassar Championship 3 yang memperebutkan Piala Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menjadi ajang pembuktian para pendekar muda. Bertempat di GOR Sudian Makassar, event ini diikuti oleh berbagai perguruan silat dari berbagai daerah, termasuk IKS.PI Kera Sakti Cabang Bantaeng yang menurunkan 7 orang atlet, terdiri dari 2 perempuan dan 5 laki-laki.

Dalam turnamen tersebut, para pendekar muda dari Bantaeng berhasil meraih 3 medali perak dan 2 medali perunggu. Pencapaian ini sangat membanggakan, mengingat mereka harus bertanding dengan keterbatasan pengalaman dan fasilitas yang minim. Namun, dengan tekad kuat dan semangat pantang menyerah, mereka berhasil menunjukkan performa terbaiknya di gelanggang.

Menariknya, selama persiapan, para atlet mendapatkan dukungan dan bimbingan dari mantan atlet perguruan Satria Muda Indonesia, yang secara sukarela membantu dalam sesi latihan. Kolaborasi lintas perguruan ini menjadi bukti bahwa persaudaraan dalam dunia pencak silat tetap terjaga demi kemajuan bersama.

Meski keterbatasan dana menjadi tantangan utama — hanya mengandalkan kas internal cabang dan bantuan anggaran dari Pemerintah Desa Bonto Marannu — para pendekar muda ini tetap mampu tampil maksimal, membawa nama baik perguruan dan Kabupaten Bantaeng di level provinsi.

IKS.PI Kera Sakti Cabang Bantaeng, khususnya dari ranting Loka Desa Bonto Marannu, berkomitmen untuk terus tampil di setiap event kejuaraan ke depan. Mereka ingin membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi. Dengan semangat juang yang tinggi, mereka akan terus berlatih dan berjuang, mengharumkan nama daerah tercinta.

Salam Pendekar!

Pendekar Turun Gunung

Pendekar Turun Gunung dari Bantaeng: IKS.PI Kera Sakti Tampil Perdana di Kejuaraan Hasanuddin Championship I


Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKS.PI) Kera Sakti, perguruan silat bernuansa kungfu yang dikenal di kalangan masyarakat, menunjukkan tekad kuat untuk mengharumkan nama daerah dalam Kejuaraan Hasanuddin Championship I. Untuk pertama kalinya, IKS.PI Sulawesi Selatan mengirimkan kontingen dari Kabupaten Bantaeng, dengan membawa 18 atlet untuk berlaga di 19 kategori pertandingan.

Meskipun merupakan pengalaman perdana mereka turun ke gelanggang, para atlet muda dari Bantaeng ini tampil penuh semangat dan semampunya, membawa semangat juang yang tinggi meski dengan perlengkapan seadanya. Mereka bertanding tidak hanya demi prestasi pribadi, tetapi juga mengangkat nama perguruan dan daerah asal mereka.

Hasilnya pun membanggakan. Meski belum berhasil meraih medali emas, para pendekar muda ini sukses membawa pulang 5 medali perak dan 14 medali perunggu. Sebuah pencapaian luar biasa untuk atlet pemula yang baru pertama kali mengikuti kejuaraan sebesar ini.

Karena perjuangan dan semangatnya, mereka pun dijuluki sebagai "Pendekar Turun Gunung" — simbolisasi dari semangat pantang menyerah dan keberanian untuk tampil serta bersaing di kancah yang lebih luas.

Tempat latihan utama mereka berada di Desa Bonto Marannu, namun anggota perguruan IKS.PI Kera Sakti Bantaeng berasal dari berbagai desa, termasuk Desa Bonto Lojong dan Desa Bonto Tangnga, yang semuanya berada dalam wilayah Kecamatan Uluere. Keberagaman ini menunjukkan semangat kebersamaan dan solidaritas antar desa dalam membina generasi muda melalui bela diri.

Dengan prestasi awal ini, IKS.PI Kera Sakti Bantaeng bertekad untuk terus berkembang dan membuktikan bahwa mereka bukan sekadar perguruan, melainkan wadah pembinaan karakter, disiplin, dan kebanggaan daerah.





Empat Hari Istirahat, Atlet IKSPI Kera Sakti Bantaeng Kembali Ukir Prestasi

Setelah beristirahat selama empat hari dari turnamen sebelumnya, para pesilat IKSPI Kera Sakti Cabang Bantaeng, Loka kembali melanjutkan p...