Kota Cinta Pare Pare
Perjalanan IKS. PI Kera Sakti Cabang Bantaeng ke Kota Parepare yang dijuluki Kota Cinta Habibie dan Ainun dalam ajang Habibie Championship 1 di GOR Lompoe berlangsung sangat menegangkan. Perubahan regulasi tanding yang baru disampaikan, ditambah teknik yang harus diadaptasi secara drastis, membuat para atlet dari Bantaeng harus cepat menyesuaikan diri di gelanggang.
Empat atlet yang mewakili Kota Bantaeng berjuang keras mempertahankan poin tanpa terkena pengurangan akibat pelanggaran. Dari setiap perjalanan, tantangan yang dihadapi semakin berat, apalagi bagi para pendekar yang berasal dari pedesaan. Namun, berkat tekad yang kuat, mereka berhasil membawa pulang 1 medali emas dan 3 medali perunggu.
Sebagian pendekar yang telah mempersiapkan diri untuk berlaga di Kota Cinta ini terpaksa menunda keikutsertaan karena keterbatasan finansial dan jarak tempuh yang cukup jauh. Meski demikian, berkat doa dan dukungan dari saudara-saudara seperguruan, mereka menyerahkan harapan kepada rekan-rekan yang dapat bertanding, walau armada dan dana terbatas.
Untuk turnamen berikutnya, para pendekar mulai menabung sambil menyelesaikan tanggung jawab mereka — mayoritas sebagai petani — agar memiliki kesempatan mengikuti kejuaraan mendatang. Kami, para pembina dan pengurus cabang, merasa terharu melihat tekad mereka yang begitu kuat untuk terus mengharumkan nama keluarga, daerah, dan perguruan.
Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua perguruan, panitia pelaksana, serta pendekar Satria Muda Indonesia yang telah meluangkan waktu menjadi pelatih bagi para atlet IKS. PI Kera Sakti Cabang Bantaeng.
Salam Pendekar




